Selasa, 19 Juli 2011

Time schedule

Time schedule adalah rencana alokasi waktu untuk menyelesaikan masing-masing item pekerjaan proyek yang secara keseluruhan adalah rentang waktu yang ditetapkan untuk melaksanakan sebuah proyek.
Time schedule pada proyek konstruksi dapat dibuat dalam bentuk


  1. Kurva S
  2. Bar chart 
  3. Network planning 

schedule harian, schedule mingguan, bulanan, tahunan atau waktu tertentu.
Pembuatan time schedule dengan bantuan "software" seperti ms project. Tujuan atau manfaat pembuatan time schedule pada sebuah proyek konstruksi antara lain:

Pedoman waktu untuk pengadaan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

  1. Pedoman waktu untuk pendatangan material-bangunan yang sesuai dengan item pekerjaan yang akan dilaksanakan.
  2. Pedoman waktu untuk pengadaan alat – alat kerja.
  3. Time schedule juga berfungsi sebagai alat untuk mengendalikan waktu pelaksanaan proyek.
  4. Sebagai tolok  tanah"target="  pencapaian target waktu pelaksanaan pekerjaan.
  5. Time schedule sebagai acuan untuk memulai dan mengakhiri sebuah kontrak kerja proyek konstruksi. 
  6. Sebagai  pedoman pencapaian progress pekerjaan setiap waktu tertentu.
  7. Sebagai pedoman untuk penentuan batas waktu denda  atas keterlambatan proyek atau bonus atas percepatan proyek.
  8. Sebagai pedoman untuk mengukur nilai suatu investasi

Untuk dapat menyusun time schedule atau jadwal pelaksanaan proyek yang baik dibutuhkan:

  1. "gambar"  kerja proyek 
  2. Rencana anggaran biaya pelaksanaan proyek
  3. Bill of Quantity ( BQ ) atau daftar volume pekerjaan
  4. Data lokasi proyek berada
  5. Data sumberdaya meliputi material, peralatan, sub kontraktor  yang tersedia disekitar lokasi pekerjaan proyek berlangsung. 
  6. Data sumber daya material, peralatan, sub kontraktor yang harus didatangkan ke lokasi proyek. 
  7. Data kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan tenaga kerja yang di butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.
  8. Data cuaca atau musim di lokasi pekerjaan proyek. 
  9. Data jenis transportasi yang dapat digunakan disekitar lokasi proyek. 

metode-kerja"  yang digunakan untuk melaksanakan masing-masing item pekerjaan.
Data kapasitas produksi meliputi peralatan, tenaga kerja, sub kontraktor, material
Data keuangan proyek meliputi arus kas, cara pembayaran pekerjaan, tenggang waktu pembayaran progress dll. sumber (ilmusipil.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar